Jumat, 17 Desember 2010

MENENTUKAN KUALITAS TELUR DAN PENGAWETAN TELUR

MENENTUKAN KUALITAS TELUR DAN PENGAWETAN TELUR

OLEH

GUNAWAN
041 407 007

PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
2010






I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Telur merupakan produk peternakan yang memberikan sumbangan besar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Dari sebutir telur didapatkan gizi yang cukup sempurna karena mengandung zat-zat gizi yang lengkap dan mudah di cerna. Oleh karenanya, telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan memerlukan protein dalam jumlah banyak.
Sebagai barang yang dikonsumsi, telur Itik banyak diperdagangkan baik dalam bentuk segar maupun olahan. Telur asin merupakan salah satu bentuk olahan dari telur itik. Ada lagi jenis telur olahan yaitu telur Itik ala Philipina. Masyrakat philipina menyebutnya “balut” , yaitu telur Itik yang bertunas (Terbuahi) dan sudah dierami selama 7- 14 hari (tergantung permintaan), kemudian direbus sampai keras. Telur ini dimakan dengan dicampur garam. Menurut orang philipina, makanan ini sangat lezat dan khas sehingga harganya lebih mahal dari telur itik yang segar atau pun telur asin. Selain untuk menambah cita rasa dan meningkatkan harga jual, telur olahan tersebut dimaksudkan juga untuk memperpanjang daya simpan.
Mengenai pemasaran telur konsumsi, tidak terlalu membuat pusing. Biasanya, pembeli (pedagang telur konsumsi) datang sendiri ke lokasi peternak sehingga sehingga peternak cukup mengumpulkan telur- telur saja di kandang. Apa bila pembeli tidak datang, pembeli lain sudah cukup banyak menunggu dipasar. Dengan kata lain, tidak akan ada produksi telur itik yang terbuang karena tidak laku terjual. Bahkan, terkadang peternak kewalahan memenuhi pemasaran (Widhyarti, S.S, 2005)
Kelainan telur dari penampakan luar ada barmacam- macam antara lain: telur kecil tampa kuning telur, kulit telur lembek tampa cangkang, kulit telur berkerut pada satu sisi, kulit telur bergelombang, kulit telur kasar seperti pasir, dan telur sangat besar akibat ada dua kuning telur didalam satu butir telur. Kelainan telur dari penampakan luar tersebut bisa disebabkan oleh bemacam- macam hal, sepeti adanya serangan penyakit, lomposisi kalsium dan fosfor yang tidak seimbang didalam ransum ayam, atau stres.
Selainan kelainan dari luar, juga terjadi kelaianan pada bagian dalam telur, seperti kuning telur yang pucat, kuning telur atau putih telur terdapat bintik darah, bintik daging, dan putih telur yang encer pada bagian putih telur yang seharusnya pekat. Hal ini tampak bila telur telah dipecahkan.
Telur-telur seperti diatas masih dapat dikonsumsi sepanjang telur tersebut tidak busuk. Kualitas telur tersebut dibawah telur normal sehingga harganya pun lebih murah.
Ciri-ciri telur yang baik antara lain kulit bersih, halus, berwarna mulus, rongga kantung udara kecil, kuning telur terletak ditengah dan tidak bergerak, putih telur bagian dalam kental dan tinggi, paa bagian putih telur maupun kuning telur tidak terdapat noda darah maupaun daging. Bentuk telur serta besarnya juga proporsional dan normal (Sudaryani, 2005).
Telur merupakan alat dan cara pengembangbiakan bagi unggas dan sebagian hewan. Telur secara alami telah disia-pkan oleh induknya untuk menunjung kehidupan dan perkembangan embrio dengan sempurna. Selain dibungkus dengan kulit yang keras sebagai pelindung, telur juga dilengkapi dengan bahan makanan yang lengkap.

Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktek ini untuk mengatahui :
1. kualitas telur
2. Tinggi, lebar, dan panjang kuning telur maupun putih telur dari telur Itik, Ayam Kampung, Ayam Ras, dan Puyuh.
3. proses pembuatan telur asin agar mendapatkan telur asin yang berkualitas baik Sehingga diharapkan telur tetap bernilai gizi tinggi, tidak berubah rasa, tidak berbau busuk dan warna isi tidak pudar, sehingga telur tersebur bisa bertahan dalam waktu yang lama.





II. TINJAUAN PUSTAKA


Telur merupakan alat dan cara pengembangbiakan bagi unggas dan sebagian hewan. Telur secara alami telah disiapkan oleh induknya untuk menunjung kehidupan dan perkembangan embrio dengan sempurna. Selain dibungkus dengan kulit yang keras sebagai pelindung, telur juga dilengkapi dengan bahan makanan yang lengkap.
Telur disamping sebagai jalan mengembangbiakan ternak juga sebagai sumber makanan manusia yang bergizi tinggi. Oleh sebab itu, produksi telur tampa pembuahan telah banyak dikembangkan dengan demikian populerlah ayam ras petelur, ayam kampung yang telurnya dikonsusmsi,burung puyuh, dan pemeliharaan itik intensif yang dikandangkan.

2.1. Nilai Gizi Telur

Kandungan Gizi telur nyaris sempurna, sebab merupakan persedian pangan selama embrio mengalami perkembangan didalam telur, tampa makanan tambahan dari luar.telur adalah sumber protein bermutu tinggi, kaya akan vitamin, dan mineral. Protein telur termaksut sempurna, karna mengandung semua jenis asm amino esensial dalam jumlah yang cukup seimbang, asam amino esensisl sangat dibutuhkan oleh manusia, karna tidak dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi oleh makanan.
Telur mengandung protein lebih dari 10%, bahkan telur ayam mengandung protein 12,8% dan itik 13,1%. Didalam telur juga terdapat aneka vitamin seperti vitamin A, B, D,E,dan K. Disamping itu, telur juga mengandung sejumlah mineral seperti zat besi, fosfor, kalsium, sodium, dan magnesiumdalam jumlah yang cukup.oleh karena itu telur sangat baik dikomsumsioleh anak-anak balita.
Telur termaksut makanan yang mudah dicerna. Protein telur yang dapat diserapdan dimanfaatkan tubuh (nilai biologis) mencapai 96%. Sedangkan nilai biologis daging sapi hanya 80%, kedelai 75%, beras 70%, dan jagung 55%.bagian telur yang dapat dimakan (b.d.d.) mencapai 90% lebih (haryoto,1996)


2.2. Faktor-faktor yang menentukan kualitas telur.
A . Kualitas Telur
Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor,yakni kualitas luarnya berupa kulit cangkang dan isi telur faktor luar meliputi bentuk, warna, tekstur, keutuhan, dan kebersihan kulit. Sedangkan faktor isi telur memiliki kekentalan putih telur, warna serta posisi kuning telur, dan ada-tidaknya noda-noda pada putih dan kuning telur.
Dalam kondisi baru, kualitas telur bagian luar tidak banyak mempengaruhi kualitas bagian dalamnya. jika telur tersebut dikonsumsi langsung, kualitas bagian luar tidak menjadi masalah. Tetapi jika telur tersebutakan disimpan atau diawatkan , maka kualitas telur yang harus diperhatikan. Kualitas kulit telur yang rendah sangat berpengaruh terhadap keawetan telur.
Kualitas isi telur tampa perlakuan khusus tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Dalam suhu ruang, telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan selama 2 minggu. Kerusakan ini biasanya ditandai dengan kocaknya isi telur dan bila dipecah isi tidak menggumpal lagi.
Kerusakan isi telur karena CO2 yang terkandung didalamnya sudah banyak yang keluar sehingga derajat keasaman telur meningkat. Penguapan yang terjadi juga membuat bobot telur menurun dan putih telur juga lebih encer.masuknya mikroba kedalam telur melalui poro- pori kulit telur juga akan merusak isi telur.
Tanda- tanda telur segar yang baik adalah bentuk kulinya bagus, cukup tebal, tidak cacat atau retak, teksturnya baik, warnanya bersih, rongga udara dalam telur kecil, posisi kuning telur ditengah,dan tidak terdapat bercak atau noda darah (haryoto,1996)
1. Ruang udara
Telur yang segar memiliki ruang udara yang lebih kecil dibandingkan telur yang sudah lama. Menurut Sudaryani (2003), kualitas telur dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran kedalaman ruang udaranya. Pembagiannya yaitu :
a. Kualitas AA memiliki kedalaman ruang udara 0,3 cm.
b. Kualitas A memiliki kedalaman ruang udara 0,5 cm.
c. Kualitas B memiliki kedalaman ruang udara lebih dari 0,5 cm.
2. Kuning telur
Telur yang segar memiliki kuning telur yang tidak cacat, bersih, dan tidak terdapat pembuluh darah. Selain itu, didalam kuning telur tidak terdapat bercak daging atau bercak darah.
3. Putih telur
Putih telur yang bagus adalah yang tebal dan diikat kuat oleh kalaza. Untuk telur kualitas AA, putih telur harus bebas dari titik daging atau titik darah (Lestari dan Utami, 2009).

B. Kualitas pada kulit telur

Kualitas telur sebelah luar ditentukan oleh kondisi kulit telurnya. Berikut ini beberapa parameter untuk menentukan kualitas telur seblah luar (Lestari dan Utami, 2009).
1. Kebersihan kulit telur
Kualitas telur semakin baik jika kulit telur dalam keadaan bersih dan tidak ada kotoran apa pun.
2. Kondisi kulit telur
Kondisi kulit telur dapat dilihat dari tekstur dan kehalusannya. Kualitas telur akan semakin baik jika tekstur kulitnya halus dan keadaan kulit telurnya utuh serta tidak retak (Lestari dan Utami, 2009).
3. Bentuk telur
Bentuk telur yang baik adalah proporsional, tidak berbenjol-benjol, tidak terlalu lonjong, dan juga tidak terlalu bulat (Lestari dan Utami, 2009).


C . Berat telur
Menurut Avens (1985), mengklasifikasikan telur berdasarkan beratnya, yaitu :
Klasifikasi Berat/butir (gram)
Jumbo
Sangat besar
Besar
Medium
Kecil
Pee wee 68,5
61,4
54,3
47,2
40,2
40

D. Kualitas Telur Kurang Baik
Kualitas telur menjadi titik tolak keberhasilan beternak ayam petelur.hal ini disebabkan telur merupakan puncak dalam usaha beternak. Bila kurang atau tidak bermutu maka telur tidak akan laku dipasaran sehingga keuntungan usaaha menjadi berkurang.
Kemunduran kualitas telur dapat terjadi baik pada bagian dalam telur maupun luar telur.umumnya, penampakan luar lebih mudah dilihat. Perubahan kualitas dari luar antara lain terjadinya penurunan berat telur, timbul bercak pada kerabang, ataupun kerabang menjadi retak.
Bila telur dipicahkan, terkadang ditemui bagian luar yang mengalami perubahan, perubahanbagian dalam telur yang dapat terjadi antara lain adanya pembesaran kuning telur, kenaikan pH, dan kerusakan oleh mikroba (A Mualana Lubis dan Farry B Paimin, 2001)
2.3. Pengawetan telur segar / telur asin
Telur merupakan bahan pangan yang mudah rusak, baik secara fisik, maupun kimia. Penangan yang tepat, sepeti memperpanjang daya simapan telur segar dan pengawetan dengan pengolalhan merupakan upaya untuk menjegah menurunya kualitas telur. Dengan demikian, diharapkan telur tetap bernilai gizi tinggi, tidak berubah rasa, tidak berbau busuk, dan warna isi tidak pudar.
Daya tahan telur amat pendek, maka perlu perlakuan khusus jika akan disimpan lebih lama, terutama dalam bentuk segar. Salah satu cara memperpanjang kesegaran telur adalah dengan mengawetkannya. Pengawetan telur segar ini berguna untuk mengatasi saat-saat harga telur rendah, seingga peternak tidak mengalami kerugian. Pengawetan ini biasanya dilakukan dengan beberapa cara seperti telur asin, telur bubuk, dan telur beku (Sudaryani, 2003).
Memperpanjang daya simapan telur segar pada prinsipnya memberikan perlakuan pada telur utuh sehingga pori-porinya tidak dimasuki mikroba. Selain itu, perlakuan tersebut juga bertujuan untuk menjegah keluarnya gas CO2 dan air dalam telur.

































III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Kegitan praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2009. Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Khairun Pukul. 09.30 WIT.

3.2. Alat dan Bahan

1. 45 butir telur ayam ras
2. 5 butir telur ayam kampung
3. 5 butir telur itik
4. 5 butir telur burung puyuh
5. 10 kg garam
6. 5 kg abu batu bata merah
7. Timbangan
8. Mistar
9. Tusuk gigi
10. Air
11. Ember
12. Kain / tisu
3.3 Cara Kerja
1. Menentukan Kualitas Telur
Kegiatan praktikum ini diawali dengan mengukur kualitas telur pada jenis-jenis telur yang berbeda, seperti pada telur ayam kampung, ayam ras, itik dan telur burung puyuh. Langkah selanjutnya yaitu:
 Mengamati telur bagian luar untuk menentukan great/kualitas telur pada tiap-tiap telur tersebut,
 Telur-telur tersebut kemudian di timbang menggunakan timbangan,
 Mengukur panjang dan lebarnya masing-masing telur,
 Mengukur rongga udara,
 Kemudian, dipecahkan dan diletakkan diatas kaca yang datar,
 Setelah itu, mengukur panjang, lebar, dan tinggi putih telur dan panjang, lebar, dan tinggi kuning telurnya,
 Melihat warna kuning telur dan yang terakhir menentukan HU ( Haugh Unit ).
2. Membuat Telur Asin
Sebelum melakukan pembuatan telur asin, terlebih dahulu telur dicuci hingga bersih kemudian melakukan pencampuran batu bata merah dengan garam dalam 4 perlakuan. Dimana perlakuan I yaitu 1 kg batu bata merah ditambahkan dengan 1 kg garam. Selanjutnya 1 kg batu bata merah ditambahkan dengan 2 kg garam dan begitu seterusnya hingga pada perlakuan ke-4. Setelah ke-4 media tadi siap, maka selanjutnya yaitu masukan telur yang sebelumnya telah di beri tanda berupa nomor ke dalam 4 media tadi masing-masing media terdiri dari 10 butir telur.
Setelah semua telur tersebut di lapisi dengan campuran tersebut, maka langkah selanjutnya yaitu di simpan selama 1minggu untuk mendapatkan telur asin yang berkualitas baik.












III. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. HASIL

Dari hasil praktikum untuk menentukan great/kualitas telur, dan pembuatan telur asin diperoleh data sebagai berikut :
a. Menentukan Kualitas Telur
1. Kualitas Telur
Tabel 1. Menimbang Berat Telur

No Telur itik
(gr) Telur ayam kampung
(gr) Telur ayam Ras
(gr) Telur burung puyuh (gr)
1 0,6 0,4 0,5 0,1
2 0,5 0,4 0,4 0,1
3 0,5 0,4 0,5 0,1
4 0,5 0,5 0,5 0,1
5 0,5 0,4 0,5 0,1
Rata-rata 0,52 0,42 0,48 0,1










Tabel 2. Mengukur Panjang dan Lebar Telur
No Telur itik Telur ayam kampung Telur ayam ras Telur puyuh

panjang telur (cm) Lebar telur (cm) panjang telur (cm) Lebar telur
(cm) panjang telur (cm) Lebar telur(cm) panjang telur (cm) Lebar telur (cm)
1 8,3 6,9 7 6 7,55 6,7 4,5 3,75
2 7,9 6,7 7,2 5,7 6,25 5,9 3,75 3,75
3 8,05 6,5 7,2 5,7 7,4 6,4 4 3,35
4 7,5 6,4 7,1 6,1 7,6 6,2 4 3,35
5 7,6 6,4 7 6,1 7,3 5,2 4 3,36

Tabel 3. Mengukur Rongga Udara
No Telur itik (mm) Telur ayam kampung
(mm) Telur ayam Ras
(mm) Telur burung puyuh
(mm)
1 0,3 0,8 0,5 0,5
2 0,3 0,3 0,6 0,7
3 0,3 0,3 0,5 0,5
4 0,3 0,3 0,5 0,9
5 0,3 0,3 0,4 0,8

Tabel 4. Mengukur Tinggi, Lebar, dan Panjang Kuning Telur Itik
No Telur Itik
Tinggi kuning telur
(mm) Lebar kuning telur
(mm) Panjang kuning telur
(mm)
1 18 4,7 5
2 17 4,5 4,7
3 18 4,7 5
4 15 4,4 4,5
5 - - -

Tabel 5. Mengukur Tinggi, Lebar, dan Panjang Kuning Telur Ayam Kampung
No Telur Ayam Kampung
Tinggi kuning telur
(mm) Lebar kuning telur
(mm) Panjang kuning telur
(mm)
1 14 4,2 4,3
2 - - -
3 15 3,8 4,2
4 6 4,2 4,4
5 14 4 4,1

Tabel 6. Mengukur Tinggi, Lebar, dan Panjang Kuning Telur Ayam Ras.
No Telur Ayam Ras
Tinggi kuning telur
(mm) Lebar kuning telur
(mm) Panjang kuning telur
(mm)
1 16 3,7 3,9
2 17 3,5 3,8
3 16 3,9 4,1
4 15 3,9 4
5 17 3,9 4

Tabel 7. Mengukur Tinggi, Lebar, dan Panjang Kuning Telur Puyuh
No Telur Puyuh
Tinggi kuning telur
(mm) Lebar kuning telur
(mm) Panjang kuning telur
(mm)
1 4 3,2 3,8
2 5 3,2 3,8
3 3 3,5 3,9
4 5 3,4 3,5
5 4 3,3 3,5

Tabel 8. Mengukur Tinggi, Lebar dan Panjang Putih Telur Itik
No Telur Itik
Tinggi putih telur
(mm) Lebar putih telur
(mm) Panjang putih telur
(mm)
1 5 6,2 6,1
2 6 5,6 9
3 7 5,9 9,8
4 6 5,6 8,5
5 - - -


Tabel 9. Mengukur Tinggi, Lebar dan Panjang Putih Telur Ayam Kampung.
No Telur Ayam Kampung
Tinggi putih telur
(mm) Lebar putih telur
(mm) Panjang putih telur
(mm)
1 4,5 6,5 7,8
2 - - -
3 3 6,4 4,3
4 5 7,2 9
5 3 7,7 8,9

Tabel 10. Mengukur Tinggi, Lebar dan Panjang Putih Telur Ayam Ras
No Telur Ayam Ras
Tinggi putih telur
(mm) Lebar putih telur
(mm) Panjang putih telur
(mm)
1 4 7,8 9,4
2 7 5,8 6,7
3 5 7,6 8
4 6 8 8,5
5 5 6,9 9,4

Tabel 11. Menentukan Warna Kuning Telur ( yolk color )
No Warna Kuning Telur ( yolk color)
1 Telur itik Kuning cerah
2 Telur ayam kampung Kuning cerah
3 Telur ayam ras Kuning cerah
4 Telur puyuh Kuning pucat




11. Menentukan Haugh Unit (HU)

Rumus :
HU = 100 Log (H + 7,57 – 1,7 W 0,37)

Keterangan :
HU = Haugh Unit
H = Tinggi putih telur
W = Bobot telur
G = Gravitasi (feet/detik)
Perhitungan Haugh Unit :
1. Telur itik
HU = 100 Log (H + 7,57 – 1,7 W 0,37)
= 2 ( 12,244 ) = 24, 488 tergolong dalam kualitas C
2. Telur Ayam Kampung
HU = 100 Log (H + 7,57 – 1,7 W 0,37)
= 2 ( 10,204 ) = 20, 204 tergolong dalam kualitas C
3. Telur Ayam Ras
HU = 100 Log (H + 7,57 – 1,7 W 0,37)
= 2 (11,678 ) = 23,356 tergolong dalam kualitas C
4. Telur Puyuh
HU = 100 Log (H + 7,57 – 1,7 W 0,37)
= 2 ( 8,056 ) = 16,112 tergolong dalam kualitas C
b. Pembuatan Telur Asin
Pada percobaan ini diberikan sebanyak 5 orang. Untuk menguji telur asin yang mana baik dikonsumsi : pada perlakuan pertama “ tidak asin” sehingga banyak 5 orang yang ingin mengkomsumsi karna tidak begitu asin Dan perlakuan yang kedua “ kurang asin” tetapi sebanyak 4 orang yang ingin mengkomsumsi mereka menggap bahwa telur yang dikonsumsi sudah bagus tetapi harus disimpan agak lama supaya menjadi lebih baik dan sangat lezat.pada media yang ketiga “asin “dan ke empat “asin sekali” sehingga yang mengkomsumsi Cuma 1 orang yang ingn mencobanya tetapi tidak semuanya yang dia makan Cuma ½ dari perlakuan 3 dan 4 saja.

4.2. PEMBAHASAN.
1. Kualitas Telur

Secara keseluruhan kualitas sebutir telur tergantung pada kualitas isi telur dan kulit telur. Selain itu, berat juga menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan kualitasnya.Sehingga penentuan kualitas telur dapat dilihat dari isi telur maupun kulit telur.Pada penentuan kualitas telur yang kita amati disini ada beberapa jenis telur diantaranya, telur itik, telur ayam kampung, telur ayam ras, dan telur puyuh.
Telur Itik yang kita pakai sebanyak 5 butir . Berat telur itik rata-rata 0,52 gr/butir. Klasifikasi telur berdasarkan beratnya, telur itik tergolong dalam klasifikasi peewee. Panjang telur itik rata-rata 7,98 cm/butir sedangkan lebar telur memiliki rata-rata 6,58 cm/butir. Kualitas telur itik bagian dalam diantaranya yaitu rongga udara, yang memiliki kedalaman rata-rata 0,3 cm yaitu memiliki kualitas AA. Memiliki kuning dan putih telur telur yang bersih dan tidak terdapat bercak-bercak darah dan, kuning dan putih telur hanya 4 yang di ukur, karena yang satu mungkin pada saat penyimpanan mungkin terlalu lama sehingga pada saat kita memecahkan telur kuning telur sudah pecah.Tinggi kuning telur rata-rata 17 mm, lebar kuning telurnya 4,5 mm dan panjang telurnya rata-rata 4,8 mm. sedangkan, tinggi putih telur rata-rata 6 mm, lebar putih telurnya 5,8, dan panjang putih telurnya yaitu 8,3 mm. Warna kuning telur itik yaitu kuning cerah. Dalam menghitung Haugh unit telur itik tergolong dalam kualitas C yaitu 24,488, karena kurang dari 31.
Telur ayam kampung juga ditimbang sebanyak 5 butir. Berat telur ayam kampung rata-rata 0,4 gr/butir.klasifikasi peewee.panjang telur kampung rata-rata 7,1cm/butir,lebarnya 6 cm.telur ayam kampung ini memiliki rongga udara rata-rata 0,4 mm/butir.dan memiliki kualitas AA-A. Didalam pengukuran panjang, lebar kuning dan putuh telur hanya 4 butir telur yang diukur dan satunya lagi rusak sebab karena dalam proses pemecahan telur terjadi kesalahan sehingga kuning telur pecah jadi kita dapat mengukur kuning telur maupun putih telur, karna kuning telur bercmpur dengan putih telur. Rata-rata tiggi kuning dan putih telur ayam kampung 12,25 mm/butir dan 3,875mm/butir, lebar kuning dan putih telur memiliki rata-rata 4,05 mm/butir dan 6,95 mm/butir dan rata-rat panjang kuning dan putih telur yaitu 4,25 mm/butir dan 7,5 mm/butir. Hasil Hitungan Haugh Unit Telur ayam kampung yaitu 20,319, dalam hitungan ini telur Ayam kampung memiliki kualitas C karena kurang dari 31.Warna kuning telur ayam kampung sama seperti kuning telur itik, ayam ras yaitu kuning cerah.
Telur ayam Ras yang digunakan untuk mengukur kualitas telur sama halnya dengan telur itik maupun ayam kampung yaitu 5 butir. Berat telur ayam kampung rata-rata 0,48 gr/butir, panjang telur rata-rata 7,218 cm/butir, dan lebar telur rata-rata 6,08 cm/butir. Rongga udara rata-rata ayam ras yaitu 0,5 dan memiliki kualitas telur A.Tinggi, lebar dan panjang kuning telur ayam ras yaitu tingi telur rata-rata 16,2 mm/butir, lebar telur rata-rata 3,78 mm/butir dan panjang rata-rata kuning telur 3,96 mm/butir. Tinggi, lebar dan panjang putih telur yaitu rata-rata meiliki tinggi putih telur 5,4 mm/butir, rata-rata lebar putih telur 7,22 mm/butir, dan rata-rata panjang putih telur 8,4 mm/butir.sehingga Haugh Unit memiliki kualitas C yaitu 23,356. untuk telur ayam Ras.Warna kuning telur Ayam Ras kuning cerah
Telur puyuh juga ditimbang sebanyak 5 butir.Dan memiliki berat telur rata-rata 0,1 gr/butir. Panjang telur putih rata-rata 4,05 cm/butir dan lebar rata-rata 3,59 cm/butir. Memiliki rongga udara rata-rata o,68 mm/butir dan memiliki kualitas B. Telur puyuh memiliki tinggi kuning telur rata-rata 4,2 mm/butir, lebar kuning telur rata-rata 3,32 mm/butir dan pamjang kuning telur rata-rata 3,7 mm/butir. Dalam pengkuran tinggi, lebar dan panjang putih telur hanya 3 yang dapat diukur karena putih telur sudak rusak (mencair). Memiliki panjang putih telur rata-rata 1 mm/butir, lebar putih telur rata-rata 4,7 mm/butir, dan pamjang putih telur.warna kuning telur agak pucat.

2. Pengawetan Telur
Dalam proses pembuat telur asin sudah bagus tetapi dalam proses penyimpanan terlalu cepat sehingga telur asin yang dihasilkan pun belum begitu sempurna.pada media pertama “tidak asin” mungkin pencampuran antara abu batu bata belum sempurna dan yang kedua “kurang asin” sudah cukup bagus akan tetapi tidak sesuai yang kita ingnkan. Sedangkan media yang ketiga “Asin”tetapi kurang lezat mungkin perbandingannya tidak seimbang. Dan yang terahir atau yang ke-4 “Asin Sekali”sehingga putih telur yang dihasilkan terasa lembek dan tidak enak dengan perlakuan- perlakuan yang lain. Karena terlalu banyak garam yang campurkan.








































V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Menentukan suatu kualitas telur dapat dilihat dari bagian telur disebelah dalam. Ada beberapa faktor yang menentukan kualitas isi telur diantaranya kondisi ruang udara, kuning telur, dan putih telur. Telur yang segar memiliki ruang udara yang lebih kecil dibandingkan telur yang sudah lama kualitas telur dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran kedalaman ruang udaranya. Pembagiannya yaitu :
a. Kualitas AA memiliki kedalaman ruang udara 0,3 cm.
b. Kualitas A memiliki kedalaman ruang udara 0,5 cm.
c. Kualitas B memiliki kedalaman ruang udara lebih dari 0,5 cm.
2. Ternyata penyimpanan telur memegang peran penting dalam menjaga kualitas telur.Daya tahan telur amat pendek, maka perlu perlakuan khusus jika akan disimpan lebih lama, terutama dalam bentuk segar. Salah satu cara memperpanjang kesegaran telur adalah dengan mengawetkannya.
3. Dalam menghitung Haugh unit dari masing-masing jenis telur semuanya memiliki kualitas C, kerana nilainya kurang dari 31.

5.2. Saran
Disarankan perlu adanya praktikum lanjutan tentang kualitas telur dan pengwetan telur karena dalam waktu praktikum peralatan yang dibutukan pun belum tersedia misalnya alat pengukur pecerahan kuning telur(Roche yolk colour fan), pengukur kesegaran isi telur (Mikrometer). Untuk pengawetan telur saya berharap tahun- tahun berikutnya akan lebih baik dari sekarang.






DAFATAR PUSTAKA

Cahyono B. 2002. Ayam Buras Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta
Kartasudjana et all, 2006. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta
Lestari S. Dan Utami S. 2009. Penuntun Praktikum. Universutas Khairun,Ternate
Rasyaf,M. 2000 Memasarkan Hasil Peternakan .Penebar Swadaya. Jakarta.
------------ 2001. Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya. Jakarta
------------ 2002 Enam Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya. Jakarta
------------ 2004. Beternak Itik Komersial Edisi Kedua. Kanisius, Yogyakarta.
Rukmana, 2007. Ayam buras (Intensifikasi dan Kiat Pengembangan). Kanisius, Yogyakarta.
Sutrisno, Koswara.1991. Perbaikan proses pengasinan telur. Ayam dan Telur, 63, 35-36.
Syamsinan, S.T. dan Soekarta. Penggunaan teh pada proses pengasinan telur bebek (Muscovy sp.). Buletin Pusbangtepa, Mei 1982 : 9 – 13.
Sudaryani, 2003. Kualitas Telur. Penebar Swadaya, jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar